Sunday, February 21, 2016

Pacarmu Selingkuh, Bersyukurlah...



KETAHUILAH, saat kekasihmu berselingkuh berarti Allah masih menjagamu dari keburukan yang lebih menyakitkan di masa depan. Penyakit yang sukar disembuhkan salah satunya suka ganti-ganti pasangan. Sebab itu menunjukkan mental bersetia hanya sebatas ujaran. Lagipula lebih baik apabila lelakimu selingkuh pada saat pacaran, kalau setelah menikah pasti hidupmu akan lebih didera sebentuk kedukacitaan.

Meski suami setelah menikah bila ingin menambah istri diperbolehkan, namun bersikap adil jelas menjadi sebuah kewajiban. Selain tuntutan bersikap adil, ada pula catatan yang perlu dijadikan pedoman, “Seorang perempuan terkadang mengalami haid dan nifas yang membuatnya kesakitan. Sedangkan seorang lelaki selalu siap untuk menjadi penyebab bertambahnya umat ini melalui pewarisan keturunan. Dengan adanya syariat poligami ini, tentunya manfaatnya tidak akan hilang kesia-siaan.” 

Selanjutnya, dimungkinkan poligami apabila jumlah perempuan lebih berpeluang hidup saat kelahiran. Sedangkan lelaki lebih banyak menghadapi kematian. Hingga ketika dewasa populasi laki-laki lebih sedikit daripada perempuan. Tentu keadaan ini akan mengkhawatirkan. Jika tidak ada syariat poligami sehingga seorang lelaki hanya diizinkan menikahi seorang perempuan. Maka akan banyak perempuan yang tidak mendapatkan suami sebagai pasangan. Sehingga dikhawatirkan terjerumus dalam perbuatan kotor dan berpaling dari petunjuk Al-Quran. Salah satunya perselingkuhan tanpa adanya sebuah ikatan pernikahan.

Sehingga bersyukurlah apabila lelakimu berselingkuh pada saat pacaran, sebab itu Allah justru menyelamatkanmu dari kehancuran. Faktanya, lelakimu belum bisa bertanggungjawab atasmu secara keseluruhan, tetapi sudah berani melakukan penghianatan. Selain itu dirimu juga terbebas dari potensi zina akibat pergaulan bebas yang menjurus kemaksiatan. Kini tanyakan dalam batin, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang hendak kamu dustakan?” 

Percayalah, selalu ada hikmah dari sesuatu yang kita anggap musibah bila kejadiannya diawali sebuah tindak yang menyaran pada kemaksiatan, yakni bergiat asusila melalui pacaran. Pacaran sudah jelas melanggar perintah Allah yang tertuang dalam hadis serta Al-Qur’an, lalu mengapa saat Allah membebaskanmu dari belenggu kemaksiatan membuatmu seperti hilang kesadaran.

Sudahlah, benahi hidupmu agar menjadi pribadi yang tangguh dalam iman. Berdoa saja dengan putusnya hubungan kalian, ada jodoh lebih baik yang disediakan. Kuncinya lakukan pertobatan, perbanyak amal kebajikan lewat lisan dan perbuatan, agar dosa-dosamu di masa lalu dapat terhapuskan. Dengan cara demikian, Insya Allah jodoh terbaik akan disegerakan. Aamiin, semoga Allah memberi kemudahan.

Sumber : islampos.com

Inul Daratista Ungkap Kepribadian Saipul Jamil



Melihat pemberitaan Saipul Jamil, sebagai sahabat Inul Daratista mengaku begitu sedih. Keduanya memang terlihat dekat saat sama-sama menjadi juri di kontes dangdut yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta.

Sejak pria yang akrab disapa Ipul itu ditetapkan sebagai tersangka (Kamis, 18 Febuari 2016) oleh pihak kepolisan Kelapa Gading, ia pun dipecat menjadi juri di acara tersebut. Ketidakhadiran Ipul pun membuat Inul rindu.

Selain mengungkapkan kerinduannya dengan Ipul di akun istagramnya, Inul juga memaparkan kepribadian mantan suami Dewi Perssik itu.

"Kangen dengannya, semoga dia baik2 saja. Terlepas dari pribadi dan tindakannya, aku berteman dengannya sangat baik. Khusnuzon saja ya semuanya'walau bagaimanapun yang terjadi sekarang. Dulu pernah menjadi bagian dari sendagurau tawa canda dan kelucuan yang luar biasa," tulisnya, Jumat 20 Febuari 2016.

Pelantun 'Goyang Inul' ini pun menyinggung soal warna kehidupan."Allah menciptakan dua sisi yang berbeda hitam putih. Itulah kehidupan kita. Selamat menjalankan tugas saudaraku semuanya. Bismillah semoga berkah hari ini yaa," tuturnya.

Wanita kelahiran Pasuruan, 21 Januari 1979 ini pun mengingatkan netizen untuk tidak berkomentar miring tentangnya. "Semoga dia sehat selalu panjang umur dan lebih baik dari hari kemaren. Jangan pernah mencela dan menghina belum tentu kita juga jauh lebih baik darinya. Buat yang terluka semoga akan ada hari depan yang indah lebih bahagia dan lebih baik tentunya," tulis Inul lagi.

Sumber : dream.co.id

Saturday, February 20, 2016

STOP!!! MULAI SEKARANG HENTIKAN KEBIASAAN BERPONSEL MENJELANG TIDUR, KARENA BERPENGARUH PADA KESEHATAN



Menurut pakar medis Meksiko, Barry Ramo, seperti dilansir Koat. com. mengatakan, kebiasaan berponsel jelang tidur bisa mempengaruhi kesehatan jangka panjang Anda. Pasalnya, hal tersebut dapat membuat Anda tidak menikmati tidur yang berkualitas.

Ramo juga mengatakan, sinar yang terpancar dari layar mempengaruhi zat kimia dalam otak. Sinar terang itu mengganggu jam tubuh dan membuatnya tidak stabil sehingga Anda tidak lagi mengantuk.

Terkini, para peneliti juga tengah mendalami fenomena tersebut . Sebuah studi baru yang diterbitkan pada bulan Januari menemukan bahwa orang yang masih berponsel dan sibuk mengakses media sosial jelang tidur sering mengalami gangguan tidur.

" Jika Anda mengalami permasalahan dengan insomnia, jauhkan perangkat elektronik dari kamar tidur Anda, " kata Ramo.

sumber : sehat-barokah.com

Jalani Prosesi Pernikahan, Sarung Pengantin Pria Melorot



Terlihat pengantin pria berjalan menggandeng pengantin wanita di belakangnya. Namun tiba-tiba kain yang melilit pinggang melorot. Yang hadir tertawa terpingkal-pingkal.

Banyak orang yang tak berharap punya mimpi buruk setengah tak berbusana di depan orang banyak. Tapi itu benar-benar terjadi dan dialami oleh seorang pria di acara pernikahannya sendiri.

Pengantin pria nahas ini terekam mengenakan kain veshti, sarung tradisional yang dipakai pria di Asia Selatan, seperti di India atau Sri Lanka. Kain veshti hanya dililitkan di pinggang dan diikat begitu saja agar tidak melorot.

Dalam video prosesi pernikahan terlihat pengantin pria berjalan dengan menggandeng pengantin wanita di belakangnya. Namun tiba-tiba kain yang melilit pinggang pengantin pria itu melorot sehingga membuat yang hadir tertawa terpingkal-pingkal.

Yang patut bertanggungjawab atas melorotnya kain veshti itu adalah sang pengantin wanita. Masalahnya, dalam video dia terlihat menginjak ujung kain veshti yang dipakai suaminya secara tidak sengaja.

Sadar direkam oleh beberapa kamera, si pengantin pria cepat-cepat melilitkan kembali kain veshti yang dipakainya. Tapi sudah terlambat, karena rekaman itu kini telah tersebar secara luas di dunia maya.


sumber : .dream.co.id

Kasihan, Jauh-jauh dari belanda wanita ini ke indonesia cari ibu kandung



Jauh-jauh dari Belanda, Perempuan ini mengaku mencari ibu kandungnya di Indonesia. Mungkin anda bisa membantu?

Ia bernama Nadine (39) membuat halaman Facebook khusus yang ia gunakan untuk mencari keberadaan ibunya.

Di Facebook bernama 'Searching for my mother -Mohon Bantuan, Saya Mencari Ibu Saya' tersebut, Nadine menjelaskan perihal asal usulnya hingga ia terpisah dengan ibunya.

Untuk memperkuat hal itu, perempuan yang mengaku lahir di Jakarta ini melampirkan sejumlah bukti termasuk foto-fotonya ketika bayi.

"Hallo, Nama saya Nadine, umur saya 39 tahun. Saya lahir di Jakarta, Indonesia. Waktu saya masih berumur 6 minggu, saya diadopsi ke Belanda. Kini saya ingin mencari ibu/keluarga kandung saya."

"Apa yang saya ketahui adalah, nama keluarga ibu saya adalah Meisri. Beliau dulu tinggal di daerah Menteng. Dan kini berumur sekitar 58 tahun."

"Kemungkinan beliau berasal dari Sulawesi. Maukah kalian bantu membagikan halaman ini dan meng-klik tanda “suka” untuk menolong saya menemukan keluarga saya? Terima kasih sebelumnya," demikian status yang ia buat pada Jumat (19/2/2016) dengan keterangan lokasi di Rotterdam, Netherlands.

Ia juga memuat surat yang menggambarkan curahan hatinya, sekaligus harapannya untuk bertemu dengan sang bunda.

Surat itu ada yang dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia, dan satu lagi menggunakan bahasa Belanda.

Ibu sayang,

Ingatkah kau padaku? Pernahkah kau menyayangiku dan masihkah kau sayang padaku atau kau telah melanjutkan hidupmu dan melupakanku? (Aku harap tidak begitu!) Pernahkah kau bertanya-tanya bagaimanakah nasib bayi usia lima minggu, yang, meskipun kau rawat dengan baik, kau tinggalkan di rumah yatim-piatu dengan harapan mendapatkan masa depan yang lebih baik?

Yah masa depan dan kesempatan yang lebih baik itu dengan kedua tangan telah kugenggam dan dapatkan!

Dan masa depan yang lebih baik itu telah membentukku menjadi siapa aku sekarang. Karenanya aku selalu membayangkanmu dan terkadang juga ingin aku mengetahui latar belakang kelahiranku.

Aku berharap kau juga mengenangku, sehingga kita walau sekejap saja, meski hanya dalam hati, kembali saling terhubung satu sama lain.

Apakah alasannya sehingga kau (mungkin bersama papa) terpaksa memisahkan diri dariku? Bagaimana kau mengambil keputusan yang sulit ini, dengan kesadaranmu atau dengan hatimu?

Bagaimanapun kau telah mengambil keputusan bahwa aku boleh terlahirkan di dunia ini dan karenanya aku sangat bersyukur! Aku menolak untuk percaya bahwa itu adalah keinginanmu “sendiri” dan yakin bahwa kau dengan tulus menyayangiku dan merawatku dengan kasih sayang murni seorang ibu!

Bila tidak bagaimana mungkin kau bisa melepaskan anakmu sendiri, yang kau kandung, kau beri makan dan kau sayangi, di bawah jantungmu selama sembilan bulan!

Sembilan bulan lamanya kita tak terpisahkan satu sama lain.

Aku merindukanmu, benar-benar seumur hidupku aku merindukanmu. Kau, karena kau tanpa kukatakan pasti telah memahamiku, karena kau adalah ibuku dan aku pernah tinggal di dalam perutmu.

Aku terkadang merasa sedih bahwa terputusnya tali pusar itu juga terputusnya hubungan di antara kita.

Bahwa kita tidak memiliki kesempatan untuk membuat tali penghubung yang saling menyatukan kita selama kehamilan itu menjadi satu jalinan untaian yang kuat.

Aku tak tahu bagaimana rupamu. Kau tak tahu bagaimana rupaku. Kau tak tahu apa saja yang kualami selama hidupku, bagaimana aku kini bahagia dengan hidupku di sini.

Aku sangat ingin dapat menyerupaimu (baik fisik maupun karakter) atau menyerupai papa/oma/opa.

Sehingga aku dapat mengatakan, ya mereka adalah keluargaku dan aku keluarga mereka. Perasaan yang tak dapat kau jabarkan, karena begitu banyak yang ingin kau katakan sehingga kata-kata menjadi terlalu terbatas.

Sungguh menyakitkan bila menyadari bahwa kau sebetulnya berada di suatu tempat, tapi aku tak tahu di mana dan kita takkan pernah dapat saling mengenal.

Aku ingin mencarimu dan menemukanmu, karena kita pernah saling terhubung satu sama lain. Kita hanya perlu menarik tali penghubung itu yang kuharap masih kau miliki di dalam hatimu.

Aku sangat ingin mengetahui siapa kau dan mengetahui bagaimana jalan hidupmu, bagaimana keadaanmu sekarang.

Apakah kau kini juga bahagia. Apakah kau masih bersama papaku, apa pun yang waktu itu terjadi di antara kalian.

Begitu banyak pertanyaan yang ingin kuajukan, tapi di lain pihak juga sama sekali tidak ada, apakah aku hanya ingin melihatmu dan memegangmu, ataukah kau lebih suka tidak ditemukan?

Tapi Ibu sayang, aku tidak mencelamu. Berkat kau dan papa aku ada. Dengan sepenuh hatiku aku berharap suatu saat kita dapat saling bertemu.

Andai pun tak dapat, bagaimanapun kau selalu berada dalam hatiku!

Hingga saat ini, sudah ada puluhan akun Facebok yang merespon postingan tersebut.

Ada yang membantu, ada pula yang mendokannya supaya Nadine segera bertemu dengan ibundanya.

"Sulit juga ya Evelyn, apalg jika sdh ganti nama, ada tanda idenyitas (identits) lain selain namakah? Semg kami anak asli Menteng di jaman itu bs bantu searching ke kawan2..." tulis akun Ninik Sellang.

Adapun saat ini, belum diperoleh kepastian mengenai kebenaran informasi yang dibagikan tersebut.

Serta Tribun Jogja masih mengupayakan untuk menelusuri informasi yang mungkin bisa menjadi petunjuk keberadaan perempuan bernama Meisri sebagaimana yang dimaksud oleh Nadine ini. Semoga lekas bertemu dengan Ibu kandungnya dan siapapun yang melihat mohon di bantu.

Sumber : forums.merdeka.com

Di Akhir Zaman, Ini Kaum yang Digunting Bibirnya



MENJADI seorang pemimpin bagi suatu kaum bukanlah perkara yang mudah. Karena seorang pemimpin haruslah mengutamakan kepentingan rakyatnya di samping kepentingannya sendiri.

Seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas segala kebutuhan masyarakatnya selain bertanggung jawab atas kebutuhah keluarganya. Demikianlah, seorang pemimpin yang sejati harus amanah atas jabatannya.

Akan tetapi pada masa ini, hanya sedikit pemimpin yang demikian itu. Kebanyakan pemimpin saat ini lebih mementingkan keluarga dan kelompoknya dibandingkan dengan rakyatnya yang jelas-jelas diamanahkan kepadanya. Dan kepada mereka para pemimpin yang tidak amanah ini telah diwartakan balasan yang akan mereka terima di akhirat kelak.

Nabi pernah bersabda, “Saat malam Isra Mi’raj tiba, aku lihat ada manusia. Mereka digunting bibirnya. Kepada Jibril aku bertanya, ‘Siapakah mereka?’ Jibril berkata, ‘Merekalah pemimpin-pemimpin umatmu. Mereka anjurkan orang lain berbuat baik, namun lupa diri sendiri. Mereka membaca kitab Al-Qur’an, tapi tak memperhatikan, tak pula mengamalkan’.”

Di dunia ini, kita akan mendapati banyak pemimpin yang tidak ada kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. Mereka menganjurkan untuk berbuat sesuatu namun mereka sendiri melanggarnya. Kata-kata mereka di muka umum sungguh baik dan terdengar bijak. Tapi di sisi lain akhlak dan kelakuan mereka buruk. Kekuasaan telah mereka manfaatkan untuk menutupi kekurangan diri dan kejelekan sifat dengan cara kasar maupun halus.

Sering kita dapati bahwa pemerintahan suatu negara menggelar perlombaan membaca Al-Qur’an. Mereka menikmati alunan indahnya para qari’ membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Namun mereka lupa, bahkan dengan sengaja tidak mengamalkannya. Lebih dari itu, orang-orang yang berusaha mengamalkan Al-Qur’an dengan benar dan konsisten dia tangkap dan disiksa karena menghambat kepentingannya. Ironis memang.

Di antara kejelekan sifat mereka pula adalah menerapkan hukum hanya kepada golongan tertentu, yaitu kalangan bawah. Kalau hukum itu menyangkut dirinya, keluarganya dan orang-orang terdekatnya maka seketika menjadi tidak berfungsi. Sementara kalau rakyat kecil yang melakukan kesalahan dengan tugas dia terpakan hukum itu. Inilah yang akan menjadi penyebab kehancuran suatu negeri karena pemimpinnya yang demikian. Padalah Rasulullah SAW sudah memberikan contoh dengan sabdanya bahwa kalaulah Fatimah putrinya tercinta mencuri maka beliau tetap akan menerapkan hukum potong tangan kepadanya. Begitulah seharusnya seorang pemimpin.

Pemimpin yang dijumapai Rasulullah SAW dalam malam Isra Mi’raj sangat dapat dengan mudah kita jumpai saat ini. Maka ketahuilah ancaman Allah SWT ini, bahwa kelak di neraka bibir mereka akan digunting karena kebusukan mulut mereka.

Sumber : islampos.com

Ovi Duo Serigala Akan Dicerai Suami



Tak banyak yang tahu, Ovi Duo Serigala ternyata sudah memiliki suami. Pria tersebut adalah Indra, yang menikah dengan Ovi sejak 27 Juni 2014.

"Nikahnya di Cileungsi, 27 Juni 2014. (Pernikahan) itu sebelum dia jadi apa-apa, masih orang biasa," kata Indra, saat dihubungi via telepon, Sabtu (20/2/2016).


Ovi Savianti Duo Serigala berpose saat sesi pemotretan dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (7/10/2015). Bukan Hanya memilik tubuh seksi, Pamela dan Ovi juga pandai tampil cantik dengan tata rias minimalis. (Liputan6.com/Yudha Gunawan)

Indra sendiri mengapku tak tahu kenapa Ovi selama ini menutupi pernikahannya dari media. "Saya kurang ngerti, mungkin kehidupan artis harus begitu kali ya," sambung Indra.

Baru saja terkuak tentang pernikahannya, Indra dan Ovi malah akan bercerai. "Iya (mau cerai) cuma belum saatnya. Minggu depan saya mau coba konsultasi sama pengacara saya," sambung Indra.



Keputusan Indra untuk bercerai lantaran sudah tak sanggup mengikuti gaya hidup Ovi yang kini menjadi selebriti terkenal.

"Ya saya hanya orang biasa, jadi kalau sama dia yang sekarang kayak sudah kurang nyambung. Saya enggak bisa ikutin kehidupan glamor artis. Pola pikirnya dia juga sudah berubah," kata Indra.

Sumber : showbiz.liputan6.com